Selasa, 22 Juni 2010

perkembangan ilmu

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan hingga seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan melalui proses bertahap, dan evolutif. Karenanya, untuk memahami sejarah perkembangan ilmu pengetahuan harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodik. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas tertentu. Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani. Periodisasi perkembangan ilmu dimulai dari peradaban Yunani dan diakhiri pada zaman kontemporer,
Pengetahuan telah berkembang sejak adanya manusia. Tetapi pengorganisasian ilmu oleh bangsa Yunani dengan pendekatan silogistik merintis perkembangan ilmu secara sistematis, sekurang-kurangnya, sebelum masa Renaissance yang ditandai oleh Galileo Galilei dengan teropong bintangnya. Sampai dengan saat ini, logika deduktif mengembangkan teori-teori yang terlepas dari pengalaman empirik. Bahkan Aristoteles pun tak terhindar dari kesalahan ketika ia menyatakan beberapa perkiraan yang mengandalkan logika belaka, dan kemudian ternyata salah.
Untuk itu pada makalah ini kami akan sedikit membahas tentang perkembangan ilmu pengetahuan ,mengenai hal –hal yang berkaitan dengan ilmu itu sendiri.
B.Rumusan Masalah
Bagaimanakah perkembangan ilmu dari zaman dahulu hingga zaman sekarang?






BAB II
ISI
A. LANDASAN ILMU PADA ZAMAN YUNANI
Pada zaman yunani dalam sejarah peradaban manusia terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitrosentris menjadi logosentris. Untuk menelusuri filsafat yunani, perlu dijelaskan terlebih dulu asal kata filsafat. Sekitar abad IX SM atau paling tidak tahun 700 SM, di yunani, Sophia diberi arti kebijakanaan; Sophia juga berarti kecakapan.
Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal usul alam adalah Thales (624-546 SM). Ia digelari Bapak Filsafat karena dialah orang yang mula-mula berfilsafat dan mempertanyakan. “Apa sebenarnya asal-usul alam semesta ini?” Pertanyaan ini sangat mendasar, terlepas apapun jawabannya. Namun, yang penting adalah pertanyaan itu dijawabnya dengan pendekatan rasional, bukan dengan pendekatan mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan asal alam adalah air karena air unsure penting bagi setiap makhluk hidup, air dapat berubah menjadi benda gas, seperti uap dan benda padat, seperti es, dan bumi ini juga berada di atas air.
Setelah berakhirnya masa para filosof alam, maka muncul masa transisi, yakni penelitian terhadap alam tidak menjadi focus utama, tetapi sudah mulai menjurus pada penyelidikan pada manusia. Filosof alam tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, sehingga timbullah kaum “Sofis”. Kaum sofis ini memulai kajian tentang manusia dan menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran. Tokoh utamanya adalah Protagoras (481-411 SM). Ia menyatakan bahwa “manusia” adalah ukuran kebenaran. Pernyataan ini merupakan cikal bakal humanisme. Pertanyaan yang muncul adlah apakah yang dimaksudnya itu manusia individu atau manusia pada umumnya. Memang dua hal ini menimbulkan konsekuensi yang sungguh berbeda. Namun tidak ada jawaban yang pasti, mana yang dimaksud oleh Protagoras.
Puncak kejayaan filsafat yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322 SM). Logika Aristoteles berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut sillogisme.
Logika Aristoteles ini juga disebut dengn logika deduktif, yang mengukur valid atau tidaknya sebuah pemikiran Aristoteles yang pertama kali membagi fillsafat pada yang teoritis dan praktis. Yang mencakup logika, metafisika, dan fisika, sedangkan yang praktis mencakup etika ekonomi, dan politik.
B. PERKEMBANGAN ILMU ZAMAN ISLAM
Sejak awal kelahirannya, Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa nabi Muhammad Saw. ketika diutus oleh allah sebagai rosul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang, dimana pagadisme tumbuh menjadi sebuah identitas yang melekat pada masyarakat arab pada masa itu. Kemudian islam datang menawarkan cahaya penerang yang mengubah masyarakat arab jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.
1. Penyampaian ilmu dan filsafat yunani ke dunia islam
Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia islam, pada dasarnya terdapat upaya rekonsiliasi dalam arti medekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda, bahkan sering kali ekstrim antara pandangan filsafat yunani, seperti filsafat plato dan Aristoteles, dengan pandangan keagamaan islam yang seringkali menimbulkan benturan-benturan. Sebagai contoh konkret dapat disebutkan bahwa plato dan aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mazhab-mazhab islam, khusunnya mazhab eklektisisme.
Pada masa ini didapati pusat-pusat ilmu pengetahuan seperti ariokh,ephasus, dan iskandariah,di mana buku-buku yunani purba masih dibaca dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, terutama siriani, bahkan setelah pusat-pusat itu ditaklukan oleh umat islam. Pada masa ini juga didapati seorang tokkoh Kristen bernama Nestorius, yang melakukan dekontruksi atas pemahaman teologii kalangan Kristen konservatif ortodoks, setelah ia terpengaruh oleh alam pikiran yunanai terebut.


2. Perkembangan ilmu pada masa islam klasik
Sejak awal islam kajian-kajian dalam bidang teologi sudah berkembang, meskipun masih berbentuk embrio. Embrio inilah yang pada masa kemudian menemukan bentuknya yang lebih sistematis dalam kajian-kajian teologis dalam islam.
Dapat kita ketahui bahwasannya pada awal islam pengaruh Hellenisme dan juga filsafat yunani terhadap tradisi keilmuan, islam sudah sedemikian kental, sehingga pada saat selanjutnya pengruh itupun terus mewarnai perkembangan ilmu pada masa-masa berikutnya.
3. Perkembangan ilmu pada masa kejayaan islam
Secara sepintas tentang transformasi ilmu dari dunia islam ke barat.Terjadinya transformasi kebudayaan dan khususnya ilmu dari dunia islam ke barat di sebabkan paling tidak oleh dua alasan. pertama, kontak pribadi. Terjadinya kontak pribadi ini juga disebabkan karena Byzantium secara geografis berdekatan dengan dunia islam. Dari sinilah kemudian gagasan-gagasan barat masuk ke dunia islam dan, sebaliknya gagasan-gagasan dari dunia islam masuk ke barat. khususnya setelah perang salib. Alasan kedua, adanya kegiatan penerjemah. Tidak dapat dipungkiri kebudayaan islamlah yang mendorong orang-orang latin melakukan penerjemah. Setelah mengenal sebagai khazanah kebudayaan islam mereka lalu memperkaya pengetahuan mereka tentangnya. Mereka pernah mencoba menerjemahkan alqur’qn pada abad ke-10 masehi. Namun gerakan pennerjemahan yang sesungghnya baru bermula pada abad ke-12. Toledo dan Palermo adalah dua pusat penerjemahan tersebar saat itu yang banyak mengoleksi sumber-sumber arab berkat perantaraan orang yahudi dan hubungan mereka dengan orang-orang Kristen dan islam.
4. Masa keruntuhan tradisi keilmuan dalam islam
Abad ke-18 dalam sejarah islam adalah abad yang palling menyedihkan bagi umat islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban islam secara universal. Dalam bukunya, The Re contruction of Religious Thought in Islam iqbal menyatakan bahwa salah satu penyebab utama kematian semangat ilmiah di kalangan umat islam adalah di kalangan umat islam adalah diterimanya paham yunani mengenai realitas yang pada pokoknya bersifat statis, sementara jiwa islam adalah dinamis dan perkembang. Sebab lain yang menyebabkan kehancuran tradisi keilmuan islam adalah persepsi yang keliru dalam memahami pemikiran al-ghazali. Orang umunya mengecam Al-ghazali karena ia menolak filsafat seperti yang ia tulis dalam tahafut al-fala sifahnya.
C. KEMAJUAN ILMU ZAMAN RENAISANS DAN MODERN
1.Masa renaisans
Renaisans merupakan era sejarah yang penuuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembanngan ilmu. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian keahlian dan ilmu yang mewujudkan dalam diri jenius serba bisa. Pada zaman renaisans ini manusia barat mulai berpikir secara baru dan secara berangsur-angsur melepakan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu.
2.Zaman modern
Pada masa sesudah Newton, perkembangan ilmu selanjutnya adalah berupa ilmu kimia, jika pada masa Newton, ilmu yang berkembang adalah matematika,fisika, dan astronomi.
Berdasarkan penemuan Black,Cavendish,priestley,dan lain-lainnya, loveiser melaksanakan percobaan yang didasarkan pada “timbangan” bahan-bahan sebellum dan sesudah nya percobaan. dengan demikian ia mulai mennggunakan pengukuran dalam lapangan kimia denagn kata lain, ia meninggalkan percobaan yang hanya bersikap kumulatif dan berpindah ke lapangan yang bersikap kuantitatif.
D. KEMAJUAN ILMU KONTEMPORER
Sebagaimana ilmu di zaman modern mempunyai karakteristik khusus yang membedakannya dengan ilmu ilmu zaman klasik dan zaman pertengahan, maka ilmu kontemporer pun demikian.
Membuat deskripsi tentang eksposisi tentanng perkembangan ilmu di zaman kontemporer berarti menggambarkan aplikasi ilmu dan teknologi dalam berbagai sector kehidupan manusia.
Satu hal yang menjadi karakter spesifik ilmu kontemporer, dan dalam konteks ini cirri tersebut akan lebih dapat kita temukan secara relative lebih mudah pada bidang-bidang social, yaitu bahwa ilmu kontemporer tidak segan-segan melakukan dekontruksi dan peruntuhan terhadap teori-teori ilmu yang pernah ada untuk kemudian menyodorkan pandangan-pandangan baru dalam rekontruksi ilmu yang mereka bangun. Dalam hal inilah, penyebutan wacana “posttmodernisme” dalam bidang ilmu dan filsafat menjadi dikursus yang akan cukup banyak ditemukan.
Beberapa contoh perkembangan ilmu kontemporer
a. Santri, Priyayi, dan Abangan.
b. Teknologi Rekayasa Genetika.
c. Teknologi Informasi.
d. Teori Partikel Elementer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar